Jumat, 25 Desember 2015

Tugas Bahasa Indonesia 2 (pemenuhan nilai softskill)



ANALISIS PENGARUH KERJA LEMBUR DAN PEMBERIAN INSENTIF TERHADAP PRODUKTIVITAS PEKERJA PADA PT. BRINGIN GIGANTARA DI JAKARTA

Diajukan untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia 2
sebagai syarat pemenuhan nilai softskill


RAHMANIA SHOFA / 3EB06
27213179




PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2016


BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Masalah
          Tenaga kerja merupakan faktor yang menentukan keberhasilan suatu perusahaan, mereka memiliki standar jam kerja yang telah tecantum dalam peraturan. Tujuan perusahaan guna mendapat produktivitas pekerja yang optimal. Namun, jika pekerja melakukan kerja diluar standar jam kerja itu dapat menyebabkan menurunnya konsentrasi, meningkatnya stres, menurunkan tingkat kesehatan yang memungkinkan berpengaruh pada produktivitas mereka.
          Tenaga Kerja bahkan rela melakukan kerja lembur demi mendapat insentif dari perusahaan yang terkadang melupakan faktor lain yang justru dapat berakibat ke pekerjaan dan berakibat fatal pada kesehatan. Namun, pemberian insentif memungkinkan berpengaruh positif pada tingkat semangat para pekerja agar kerja lebih giat lagi.          

I.2 Rumusan Masalah
          1) Bagaimana pengaruh kerja lembur terhadap produktivitas kerja   pada PT. Bringin Gigantara?
          2) Bagaimana pengaruh pemberian insentif terhadap produktivitas kerja pada PT. Bringin Gigantara?
          3) Bagaimana produktivitas pekerja pada PT. Bringin Gigantara?

I.3 Batasan Masalah
          Dalam penelitian ini diberikan beberapa batasan masalah agar penelitian dapat terfokus dan terarah sehingga penelitian ini bisa optimal. Berikut beberapa batasan masalah yaitu :
             1) Lokasi Penelitian tersebut di PT.Bringin Gigantara di Jakarta
             2) Responden untuk penelitian ini adalah para karyawan dan staff
         3) Faktor-faktor yang dianalisis adalah yang berhubungan langsung dengan kerja lembur dan pemberian insentif

I.4 Tujuan Penelitian
          Berdasarkan rumusan masalah, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis :
               1)  Pengaruh kerja lembur terhadap produktivitas kerja pada PT. Bringin Gigantara
          2) Pengaruh pemberian insentif terhadap produktivitas kerja pada PT. Bringin Gigantara
          3) Pengaruh produktivitas kerja pada PT.Bringin Gigantara karena adanya kerja lembur dan pemberian insentif.

I.5 Manfaat Penelitian
          Adapun manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah :
          1) Sebagai masukan bagi para pimpinan perusahaan dalam upaya peningkatan produktivitas kerja para karyawannya.
          2) Sebagai masukan kepada perusahaan agar dapat memanage lama jam kerja karyawan dengan pekerjaan yang dikerjakan agar mendapat tingkat produktivitas yang optimal.
          3) Sebagai referensi bagi penelitian sejenis dan terkait dengan produktivitas perusahaan.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Tenaga Kerja

               Menurut UU No. 13 tahun 2003 Bab I pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.
          Menurut UU Pokok Ketenagakerjaan No. 14 Tahun 1969, tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam hubungan ini maka pembinaan tenaga kerja merupakan peningkatan kemampuan efektivitas tenaga kerja untuk melakukan pekerjaan.
          Menurut UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pengertian tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.
          Menurut Dr.A.Hamzah SH, tenaga kerja meliputi tenaga kerja yag bekerja di dalam maupun di luar hubungan kerja dengan alat produksi utamanya dalam proser produksi tenaga kerja itu sendiri, baik tenaga fisik maupun pikiran.

2.2 Pengertian Insentif

          Beberapa pengertian insentif menurut para ahli antara lain Jiwo Wangso dan Kartanto Broto Harsono (2003:101) adalah: “Insentif merupakan elemen atau balas jasa yang diberikan secara tidak tetap atau bersifat variabel tergantung pada kondisi pencapaian prestasi kerja karyawan”.
Sedangkan pengertian insentif menurut Marihot Tua Effendi Hariandja (2005;265) adalah:
 “Insentif merupakan bentuk pembayaran langsung yang dikaitkan dengan kinerja dan gain sharing dan diartikan sebagai pembagian keuntungan bagi pegawai akibat peningkatan produktivitas atau penghematan biaya”.
          Dapat disimpulkan insentif dalam pengertian yang umum, insentif adalah kompensasi khusus yang dirancang untuk memotivasi kinerja luar biasa (superior performance). Dalam bahasa yang lebih sederhana insentif dapat diartikan sebagai bonus diluar gaji. Kompensasi dalam bentuk insentif ini mempunyai kaitan langsung dengan motivasi (jadi insentif diberikan guna meningkatkan motivasi).

2.3 Pengertian Kerja Lembur

Kerja lembur atau Overtime adalah pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan, atas dasar perintah atasan, yang melebihi jam kerja biasa pada hari-hari kerja, atau pekerjaan yang dilakukan pada hari istirahat mingguan karyawan atau hari libur resmi.
Peraturan Ini berlaku untuk semua karyawan golongan I – III. Prinsip kerja lembur pada dasatnya bersifat sukarela, kecuali dalam kondisi tertentu pekerjaan harus segera diselesaikan untuk kepentingan perusahaan.
Waktu kerja lembur adalah waktu kerja yang melebihi 7 jam sehari untuk 6 hari kerja dan 40 jam dalam seminggu atau 8 jam sehari untuk 8 hari kerja dan 40 jam dalam seminggu atau waktu kerja pada hari istirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi yang ditetapkan Pemerintah (Pasal 1 ayat 1 Peraturan Menteri no.102/MEN/VI/2004).

Waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 3 jam/hari dan 14 jam dalam 1 minggu diluar istirahat mingguan atau hari libur resmi.
Ketentuan kerja lembur (Pasal 6 Peraturan Menteri no.102/MEN/VI/2004):
1.     Untuk melakukan kerja lembur harus ada perintah tertulis dari pengusaha dan persetujuan tertulis dari pekerja/buruh yang bersangkutan.
2.     Perintah tertulis dan persetujuan tertulis dibuat dalam bentuk daftar pekerja/buruh yang bersedia bekerja lembur  yang ditandatangani oleh pekerja/buruh yang bersangkutandan pengusaha.
Perusahaan yang mempekerjakan pekerja/buruh selama waktu kerja lembur berkewajiban (Pasal 7 Peraturan Menteri no.102/MEN/VI/2004) :
1.     membayar upah kerja lembur.
2.     memberi kesempatan untuk istirahat secukupnya.
3.     memberikan makanan dan minuman sekurang-kurangnya 1.400 kalori apabila kerja lembur dilakukan selama 3 (tiga) jam atau lebih. (Pemberian makan dan minum sebagaimana dimaksud tidak boleh diganti dengan uang).

2.4 Pengertian Produktivitas Pekerja

               Produktivitas berarti kemampuan menghasilkan sesuatu. Sedangkan kerja berarti kegiatan melakukan sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah mata pencahrian (Poerwadarminta, 1984 : 70). Produktivitas kerja adalah kemampuan menghasilkan suatu kerja yang lebih banyak daripada ukuran biasa yang telah umum. (The Liang Gie,1981 : 3).
          Pengertian produktivitas pada dasarnya mencakup sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa kehidupan di hari lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari baik dari hari ini (Sinungan, 1985 : 12). Secara teknis produktivitas adalah suatu perbandingan antara hasil yang dicapai (out put) dengan keseluruhan sumber daya yang diperlukan (in put). Produktivitas mengandung pengertian perbandingan antara hasil yang dicapai dengan peran tenaga kerja persatuan waktu (Riyanto, 1986 : 22).
          Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa produktivitas kerja adalah kemampuan karyawan dalam berproduksi dibandingkan dengan input yang digunakan, seorang karyawan dapt dikatakan produktif apabila mampu menghasilkan barang atau jasa sesuai dengan diharapkan dalam waktu yang singkat atau tepat.

2.4.1 Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja
 
          Untuk mencapai produktivitas yang tinggi suatu perusahaan dalam proses produksi, selain bahan baku dan tenaga kerja yang harus ada juga didukung oleh faktor – faktor sebagai berikut :
1) Pendidikan
2) Keterampilan
3) Sikap dan etika kerja
4) Tingkat penghasilan
5) Jaminan sosial
6) Tingkat sosial dan Iklim Kerja
7) Motivasi
8) Gizi dan kesehatan
9) Hubungan individu
10) Teknologi
11) Produksi.
(Ravianto, 1985 : 139).

2.4.2 Pengukuran Produktivitas Kerja

          Pengukuran produktivitas kerja sebagai sarana untuk menganalisa dan mendorong efisiensi produksi. Manfaat lain adalah untuk menentukan target dan kegunaan, praktisnya sebagai standar dalam pembayaran upah karyawan. Untuk mengukur suatu produktivitas dapat digunakan dua jenis ukuran jam kerja manusia yakni jam – jam kerja yang harus dibayar dan
jam – jam kerja yang harus dipergunakan untuk bekerja
Ada dua macam alat pengukuran produktivitas, yaitu :
a. Physical productivity, yaitu produktivitas secara kuantitatif seperti ukuran (size), panjang, berat, banyaknya unit, waktu, dan biaya tenaga kerja.
b. Value productivity, yaitu ukuran produktivitas dengan menggunakan nilai uang yang dinyatakan dalam rupiah, yen, dollar dan seterusnya.
(Ravianto, 1986 : 21).

2.4.3 Upaya-Upaya meningkatkan produktivitas pekerja

1. Memperbaiki kualitas pendidikan para tenaga kerja
2. Memberikan pelatihan-pelatihan kepada para tenaga kerja sesuai dengan bidang kerjanya
3. Menjadi pribadi yang
4. Memberikan Insentif berkala
5. Mensosialisasikan nilai dan budaya produktif, serta mengembangkan sistem dan metode peningkatan produktivitas



BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Lokasi Penelitian dan Ruang Lingkup Penelitian

          Lokasi penelitian bertempat pada PT. Bringin Gigantara di Graha Simatupang Tower II Lt.4 kav. 38 Jl. Let Jend TB Simatupang kelurahan Jati Padang Pasar Minggu Jakarta Selatan 12540. Ruang lingkup penelitian ini dibatasi dalam lingkup kerja lembur para karyawan dan staff serta pemberian insentif terhadap karyawan.

3.2 Jenis dan Sumber Data 

3.2.1 Jenis Kualitatif
          Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan memperoleh informasi yang akurat , mensurvei, menganalisis serta menyebarkan kuisioner yang digunakan untuk mengetahui kerja lembur serta pemberian insentif terhadap produktivitas pekerja.

3.2.2 Sumber Data Primer
          Data yang diolah dan diperoleh langsung berdasarkan observasi dan dari data kuisioner karyawan dan staff.

3.2.3 Sumber Data Sekunder
          Data yang dikumpulkan guna memperkuat kebenaran data serta pengambilan analisis keseluruhan yang didapat dari internet, artikel, koran, dokumen yang berkaitan dengan kegiatan penelitian.

3.3 Teknik Pengambilan Data
          Teknik pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara :
          1) Kuisioner , teknik pengumpulan data berdasarkan jawaban responden
          2)  Dokumentasi, peraturan tertulis mengenai kerja lembur

3.4 Metode Pengambilan Data
          Metode pengambilan data dengan menggunakan kuisioner yang akan disebarkan pada 50 responden.

3.5 Sample
           Besarnya anggota sample yang diambil dihitung berdasarkan perbandingan banyaknya populasi dan ketepatan yang diinginkan. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh karyawan dan staff.
3.6 Teknik Analisis Data

          Analisis Regresi sederhana adalah persamaan regresi yang menggambarkan dan menjelaskan pengaruh satu variable bebas terhadap variable terikat, dimana hubungan keduanya digambarkan sebagai suatu garis lurus ( Puspowarsito, 2008 : 49-50 )
          Rumus persamaan regresinya adalah : Y = a + bX + e
Keterangan :
          Y       : Variable Produktivitas Pekerja
          X       : Variable Kerja Lembur
          a        : Konstanta
          b        : Koefisien Regresi
          e        : Variable lain


Sumber
Jurnal :
          1) www.e-journal.uajy.ac.id
          2) www.akademik.unsri.ac.id
          3) www.elib.unikom.ac.id
Situs :
            1) www.hrd.indika.net.id
               2) www.skripsi-manajemen.blogspot.com
               3) www.halamanandriaditya.blogspot.com

Sabtu, 21 November 2015

Melesatnya Pertumbuhan E-commerce Menjadikan Indonesia Tambang Emas terhadap Perekonomian



Nama              : RAHMANIA SHOFA
NPM               : 27213179
Kelas               : 3EB06

Melesatnya Pertumbuhan E-commerce Menjadikan Indonesia Tambang Emas terhadap Perekonomian


            Semakin banyaknya pengguna smartphone bukan hal yang tidak mungkin jika ecommerce terus meningkat tiap tahunnya, ditambah lagi melihat tingkah laku masyarakat indonesia yang senang berbelanja. Ecommerce dijadikan pilihan yang memudahkan dan lebih efisien karena kenyamanan berbelanja kapan saja dan bahkan dari mana saja merupakan faktor yang sangat mendorong perkembangan tren ecommerce di Indonesia. Responden mengungkapkan bahwa tersedianya fasilitas untuk dapat membandingkan harga, belanja produk-produk terbaru, dan adanya akses untuk mendapatkan penawaran menarik merupakan alasan utama mereka berbelanja online. Mereka juga mengatakan bahwa dengan belanja online mereka dapat memperoleh lebih banyak informasi ketika ingin membuat keputusan. Motivasi yang sangat mendorong orang Indonesia beralih ke belanja online adalah kemudahannya untuk menjangkau pilihan produk yang lebih banyak. Mereka sangat senang dengan adanya akses untuk brand eksklusif online dan lain diantaranya mengatakan bahwa mereka cenderung berbelanja produk-produk yang tidak tersedia di Indonesia melalui online.
            Meningkatnya pertumbuhan ecommerce merupakan tambang emas yang sangat menggoda bagi sebagian orang yang bisa melihat potensi ke depannya, hal inilah yang membuat para investor dalam negeri maupun luar negeri ingin menanamkan modal ke perusahaan ecommerce besar di Indonesia. Bahkan disaat Indonesia mengalami terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap mata uang dollar Amerika Serikat ternyata tidak memengaruhi kebiasaan orang Indonesia dalam berbelanja online, terutama dari perangkat mobile. Dalam bidang ekonomi ecommerce berkembang sangat pesat dapat kita rasakan manfaat positifnya antaralain, pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi, terjadinya industrialisasi, dan produktifitas dunia industri semakin meningkat, serta investasi dan reinvestasi yang berlangsung besar-besaran. Namun ecommerce yang begitu kuat juga berdampak negatif dalam kehidupan masyarakat antaralain, terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak memiliki kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan, dan sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”.  

Jumat, 16 Oktober 2015

Artikel Ilmiah Mengenai Sistem Penggajian Driver Gojek



ARTIKEL ILMIAH MENGENAI SISTEM PENGGAJIAN DRIVER GOJEK




Metrotvnews.com, Jakarta: Tukang ojek yang bergabung dengan Gojek memiliki penghasilan mencapai Rp 3 juta per bulan. Uang itu diterima setelah dipotong 20 persen dari perusahaan Gojek.

“Gojek tidak menerapkan sistem gaji pokok. Semua dibayar dengan bagi hasil perolehan keuntungan. 80 persen untuk tukang ojek dan 20 persen untuk Gojek,” kata Samsul yang sudah bergabung dengan Gojek, saat ditemui metrotvnews.com, Senin (23/2/2015).

Dia merincikan, penghasilan sebulan dari bagi hasil dengan Gojek sekitar satu juta lebih, ditambah dari ngojek pribadi Rp1,5 juta dan bonus yang diberikan oleh penumpang tergantung dari sifat serta kondisi penumpang. "Dari Gojek saya juga dapat bonus, jika ditotal dalam satu bulan minimal Rp 3 juta atau dalam satu hari bawa pelanggan 10 kali jauh dekat dapat tambahan Rp100 ribu. Jadi buat memacu kita juga, "bebernya.

Dia mengungkapkan, penghasilan itu lebih besar ketimbang mengojek sendiri. Karena dengan Gojek dirinya tidak perlu keliling mencari penumpang. Selain itu, dengan Gojek tingkat kepercayaan masyarakat kepada dirinya lebih tinggi. "Kalau ojek pribadi kerjanya sendiri, keliling sendiri. Sekarang saya sama kantor. Sini dapet, sana dapet, masyarakat juga lebih percaya karena merasa aman, semua yang ikut Gojek terdaftar,” katanya.

Selain itu, tukang ojek Gojek memiliki kesejahteraan yang lebih setelah bergabung dalam perusahaan itu. Dalam dua minggu, pria yang mangkal di bawah flyover rel kereta Stasiun Gondangdia itu mengaku sudah mengantongi uang Rp500 ribu dari Gojek. "Itu baru dari Gojek saja," kata Samsul.

ANALISIS PENALARAN ILMIAH - INDUKTIF

     Jelas driver gojek dapat mengantongi menghasilkan hingga Rp 7,5 juta - Rp 9 juta perbulan. Karna perusahaan gojek menerapkan sistem bagi hasil yang penghasilan drivernya tersebut terantung dari giat atau tidaknya. Semakin banyak pelanggan yang diantarkan ketempat tujuan maka akan semakin banyak penghasilan yang ia peroleh dan bonus yang diberikan oleh kantor.

        Sehari paling enggak dapat Rp 100 ribu jadi sebulan bisa dapat Rp 3 juta dan belum dipangkas uang bensin. Untuk meningkatkan giat driver mengambil pelanggan, perusahaan Gojek juga memberikan perlakuan khusus bagi drivernya. Salah satu caranya dengan memberikan reward bagi mereka yang sering membawa pelanggan.

     Sistem bagi hasil Gojek dinilai cukup menguntungkan. Karena selain mendapat penghasilan yang cukup besar dari jam waktu yang tidak terikat, driver gojek juga mendapat bonus serta mendapat jaminan asuransi kecelakaan.

       Gojek  memang tidak menerapkan gaji pokok untuk drivernya namun kantor menerapkan sistem bagi hasil , jadi semua dibayar dengan bagi hasil perolehan keuntungan. 80 persen untuk tukang ojek dan 20 persen untuk Gojek. Misalnya driver mendapat keuntungan 200.000 sehari maka 160.000 untuk driver dan 40.000 untuk pihak kantor. Selain itu mendapat bonus kalau dalam satu hari bawa pelanggan 10 kali jauh dekat dapat tambahan Rp100 ribu untuk memotivasi karyawannya, ditambah lagi jaminan asuransi kecelakaan. Tak heran dengan sistem seperti ini rata-rata driver go-jek mendapatkan penghasilan sebesar Rp200 ribu- Rp500 ribu perhari atau kisaran 3 juta- 9 juta perbulan.


Jumat, 04 September 2015

Sharing pengalaman cara membuat skck di polsek



Sharing pengalaman cara membuat skck di polsek

HELOO GUYS....

            Kali ini aku mau berbagi pengalaman sama kalian tentang bikin skck(surat keterangan catatan kepolisian) di kantor polsek jakarta selatan kebetulan ada di Jl. Timbul jagakarsa. Pasti kalian juga merasakan hal yang sama kayak aku ketika ada rencana bikin skck untuk suatu keperluan, entah dari gimana cara pengajuannya, prosesnya, apa aja yang harus disiapkan, apa aja yang harus digunakan, bukanya dari jam berapa, pasti kalian juga bertanya-tanya hal itu. Kebetulan kemarin aku juga baru bikin skck nih jadi aku mau share buat kalian yang masih bingung. yuk disimak...

1. Pertama, kalian harus ke RT(rukun warga) untuk minta surat pengantar, bilang aja mau bikin skck. Pak RT juga pasti paham kok.

2. Kedua, coba kalian tanyakan ke RT, apa harus ke RW dulu atau langsung ke Kelurahan karena setiap RT berbeda-beda. Maksudnya berbeda disini biasanya RT meminta tandatangan RW dulu yang mengharuskan kita ke RW dulu, namun ada juga RT yang mengharuskan langsung ke Kelurahan saja.

3. Ketiga, Bawa surat pengantar tersebut ke kantor kelurahan dengan membawa KARTU KELUARGA dan FOTOCOPI KTP pemohon sebagai syarat untuk membuat surat pengantar tersebut.

4. Setelah surat pengantar dari kantor kelurahan jadi, pergi ke polsek deh dengan syarat :

a) harus memakai kemeja rapi dan celana panjang (tidak boleh memakai sendal/celana pendek)
b) membawa surat pengantar dari kelurahan
c) membawa Fotocopi AKTE KELAHIRAN (1 lembar)
d) membawa Fotocopi KTP/SIM (1 lembar)
e) membawa Fotocopi KARTU KELUARGA (1 lembar)
f) membawa PAS FOTO TERBARU dengan LATAR BELAKANG MERAH (4 lembar)

5. Selanjutnya kalian kasih berkas no.4 tersebut ke bapak/ibu polisi yang mengurus skck disana. Nanti kalian dikasih “formulir daftar riwayat hidup” yang kalian harus isi dengan jelas dan sebenar-benarnya.

6. Sesudah kalian isi dengan lengkap, kalian kembalikan ke bapak/ibu polisi. oya karena dalam Formulir tersebut tidak ada tujuan pembuatan skck untuk apa, maka kalian jangan lupa bilang misalnya untuk “persyaratan beasiswa/persyaratan kerja/kerja/dll”

7. Setelah itu kalian akan diminta administrasi pengurusan skck Rp 10.000

8. selesai, kalian bisa meninggalkan polsek dan keesokan harinya mengambil hasil jadi skck tersebut.

Semoga bermanfaat, jangan bingung-bingung lagi yaa... J