Sabtu, 28 Desember 2013

BEP

2.   BEP/ Titik Impas
Dalam kegiatan usaha, wirausaha selalu memperhitungkan adanya titik pulang pokok/titik impas (BEP). Analisis BEP adalah suatu tekhnik analisis untuk mempelajari hubungan antara biaya tetap, biaya variable, keuntungan dan volume kegiatan. Perusahaan dapat dikatakan dalam keadaan BEP jika pendapatan yang diteriima sama dengan biaya yang dikeluarkan. Sehingga dikala penjualan melebihi BEP maka mulailah keuntungan diperoleh.
            Sasaran analisis BEP, yaitu untuk mengetahui tingkat volume titik pulang pokok/impas berada. Dalam kondisi lain,analisis BEP digunakan untuk membantu pemilihan jenis produk atau proses dengan mengidentifikasi produk atau proses yang mempunyai total biaya terendah untuk suatu volume harapan.
            Metode break even point ini dapat diterapkan dengan menggunakan beberapa anggapan tertentu, yaitu :
1.     Seluruh biaya dapat digolongkan ke dalam biaya tetap dan biaya variable
2.     Seluruh hasil produksi akan dijual
3.     Biaya variable per unit tetap
4.     Harga jual per unit tidak berubah selama periode dianalisis
5.     Perusahaan memproduksi satu macam produk
6.     Besarnya biaya tetap secara keseluruhan tidak berubah, meskipun ada perubahan volume produksi/penjualan
Dengan demikian, konsep biaya tetap, biaya variable,total biaya, dan total pendapatan perlu diketahui.
TC = TVC + TFC
Keterangan :
TC =Total cost
TVC = Total variable cost
TFC = Total fixed cost
TR = P x Q
Keterangan ;
TR = total revenue
P = price
Q = quantity
Setelah mengetahui konsep total biaya dan total pendapatan, maka sekarang dapat dicari titik pertemuan antara total biaya dengan total pendapatan (TR=TC). Titik ini dinamakan titik pulang pokok/break even point. Untuk menentukan titik pulang pokok, dapat digunakan rumus sebagai berikut.
TR =TC
P  x Q = TVC + TFC
Q (P - TVC/Q) = TFC
Q = TFC/ ( P - TVC/Q

Q = TFC/ ( P – AVC) titik pulang pokok dalam unit
Q = TFC/ ( 1 - AVC/P ) titik pulang pokok dalam rupiah
Dimana :
TVC     = Total variable cost
TFC     = Total fixed cost
P          = Price
Q         = Quantity
AVC    = Averagge variable cost


masalah penjualan

Masalah Penjualan
·         Tips Strategi Bisnis

Penjualan efektif diartikan sebagai keberhasilan Anda untuk menemukan pelanggan baru dan mengubah pelanggan tersebut menjadi pelanggan tetap yang akan dengan teratur dan terus menerus memesan barang-barang dari Anda. Sekarang sudah tiba saatnya bagi Anda untuk berbuat sesuatu untuk mendapatkan masa depan dan menciptakan bisnis yang lebih baik bagi Anda sendiri.

Penjualan yang efektif merupakan sebuah proses yang berkelanjutan, namun kami telah membuatnya menjadi langkah-langkah mudah untuk dilakukan, dengan membaginya menjadi 7 proses sederhana. Berkonsentrasilah pada usaha Anda di setiap tingkatan yang Anda lakukan. Hal itu akan membantu Anda dalam menciptakan bisnis penjualan yang berhasil, dimana Anda akan sangat bangga akan bisnis tersebut.
7 langkah tersebut adalah :
Ciptakan Kesadaran
Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah menciptakan kesadaran akan adanya produk-produk yang berkualitas pada klien-klien potensial yang Anda temui. Buatlah semua orang paham betul tentang produk-produk yang Anda tawarkan, tentang pelayanan mutu yang diberikan, dan juga perhatian khusus yang diberikan kepada setiap pelanggan. Dan yang lebih penting lagi adalah bagaimana cara mereka menghubungi Anda. Brosur-brosur kecil dan juga iklan-iklan yang diterbitkan adalah cara yang baik untuk menyampaikan pesan Anda.
Tingkatkan Ketertarikan
Buatlah orang-orang menjadi tertarik dan penasaran pada produk-produk yang Anda tawarkan. Bicarakan pada banyak orang tentang produk Anda. Semakin banyak Anda mempromosikan bisnis Anda melalui diri Anda sendiri, maka akan semakin banyak orang yang tertarik, yang berarti semakin besar kesempatan yang Anda miliki untuk mengubah beberapa dari orang-orang itu untuk menjadi pelanggan Anda.

Ubahlah Menjadi Keinginan
Ketika pelanggan potensial Anda memberikan perhatian kepada Anda atau pada saat Anda menjawab telepon atau permintaan tertulis, Anda perlu menciptakan suasana untuk meningkatkan keinginan pelanggan untuk membeli produk tersebut. Gunakan daftar petunjuk yang sederhana untuk memberikan gambaran lengkap akan rangkaian produk yang ada, terangkan produk-produk dan filososfi perusahaan kepada pelanggan Anda.
Lakukan Tindakan
Sekarang Anda telah memiliki pelanggan potensial yang tertarik pada produk tersebut, dan Anda harus mendorong mereka untuk melakukan tindakan. Doronglah mereka untuk mengubah cara hidup mereka dan berjanji untuk menggunakan produk-produk yang Anda tawarkan. Tunjukan pada mereka kisah sejati akan keberhasilan/kepuasan pelanggan lain yang telah berhasil atau mendapatkan manfaat dari produk-produk yang Anda tawarkan, yang dapat Anda pilih dari cerita-cerita kesuksesan mereka yang luar biasa. Bila pelanggan potensial Anda masih belum yakin, mereka mungkin butuh informasi atau waktu lebih untuk meyakinkan diri mereka sendiri. 
Lengkapi Produk-produk Yang Akan Anda Jual
Sekarang Anda telah memiliki pelanggan! Luangkan waktu Anda untuk menerangkan produk-produk yang mereka pesan, kapan dan bagaimana cara menggunakan produk-produk tersebut, dan bagaimana mendapatkan hasil yang terbaik yang mungkin bisa mereka dapatkan. Ingatlah untuk menyimpan catatan tentang apa dan kapan Anda menjual produk-produk tersebut kepada pelanggan Anda. Yakinkan mereka bahwa mereka dapat mengulang pesanan mereka di waktu-waktu berikutnya.
Melanjutkan Mencari Pelanggan Baru
Kegiatan Anda tidak berhenti pada satu penjualan saja. Anda harus bekerja keras untuk mendapatkan pelanggan baru, dengan cara meyakinkan klien tetap Anda. Ingatlah, bahwa Anda telah menjual jasa berkualitas bersamaan dengan produk yang bermutu. Buatlah para pelanggan Anda termotivasi untuk menyampaikan kepuasan mereka atas kualitas produk dan pelayanan Anda kepada orang lain yang mereka kenal. Berilah penghargaan kepada mereka pada setiap kesempatan yang ada. Investasikan sedikit waktu dan sedikit uang Anda untuk sekedar memberikan hadiah-hadiah mungil yang dapat menyenangkan hati mereka. Mereka akan lebih sering mengingat Anda, dan Andapun akan menuai hasil yang luar biasa dalam jangka panjang!

PENYELESAIAN MASALAH PENJUALAN
 Jual beli online yang makin marak beberapa tahun belakangan ini memang mengubah gaya belanja sebagian orang di Indonesia. Bukan hanya di kota besar, belanja barang secara online merambah hingga masyarakat di daerah-daerah pedesaan di seluruh nusantara. Dengan situs jual beli yang semakin berkembang, akan mempermudah siapapun untuk melakukan transaksi. Meski demikian, tak dapat dipungkiri makin banyak orang tidak bertanggung jawab yang mencari keuntungan melalui internet dengan cara-cara yang tidak terpuji, menipu orang lain dengan kedok perdagangan atau jual beli. Orang-orang inilah yang memberikan kesan negatif pada dunia jual beli online di internet.

Berikut ulasan singkat mengenai tips dan trik serta cara-cara berbelanja secara online yang aman agar terhindar dari penipuan.

Waspadai Pedagang yang Menjual Barang dengan Harga Terlalu Murah
Kalo anda menemukan pedagang yang menjual barangnya dengan harga yang jauh lebih rendah dari harga standar (normal) barang tersebut di pasaran, ada kemungkinan mereka adalah penipu. Biasanya mereka berdalih bahwa barang yang mereka jual adalah barang BM (Black Market). Jangan langsung percaya, ada baiknya anda pikir-pikir dulu untuk bertransaksi dengan pedagang semacam ini.

Waspadai Pedagang yang Mendesak untuk Segera Mentransfer Uang untuk Pembayaran 
Hati-hati dengan penjual yang mengharuskan anda mentransfer uang terlebih dahulu sebelum anda melihat dan mengecek kondisi barang yang mereka jual. Biasanya mereka beralasan butuh uang atau sebagainya.

Waspadai Pedagang yang Tidak Berdomisili di Daerah Anda
Selain itu, biasanya mereka juga mengaku berdomisili di luar pulau yang teramat jauh dari tempat domisili anda, sehingga tidak mungkin untuk bertemu muka untuk mengecek kondisi barang.


Usahakan Melakukan Pembayaran Secara Cash On Delivery (COD) atau Cash and Carry (CnC)
Kalau anda tinggal di kota yang sama dengan penjual, sangat disarankan anda mengajak si penjual bertransaksi secara langsung dengan temu muka atau kopi darat yang biasa dikenal dengan istilah COD (Cash On Delivery) atau Cash and Carry (CnC). Kalau si penjual menolak, waspada dan pertimbangkan masak-masak, kemungkinan dia punya niat untuk menipu anda.

Bertransaksilah Dengan Penjual yang Pernah Bertransaksi dengan Orang yang Anda Kenal
Lebih baik membeli barang di penjual yang sudah terbukti jujur bukan? Jadi, sebaiknya anda mencari referensi dulu dari rekan rekan anda, dimana mereka pernah membeli barang yang sejenis dengan barang yang sedang anda cari.

Cek Toko Online Atau Website
Website atau toko online yang dimiliki oleh seorang pedagang boleh dikatakan sebagai bukti kuat bahwa ia adalah pedagang yang dapat dipercaya, karena, banyak sekali penipu yang tidak mempunyai toko online atau situs jual beli hanya mengandalkan platform gratis seperti Facebook atau forum jual beli lainnya. Namun, itu bukan harga mati, banyak pula pedagang jujur yang hanya memanfaatkan forumjualbeli dan memang benar-benar dapat dipercaya.

Amati Penjual Melalui Forum
Meskipun ini bukan syarat mutlak, namun lama bergabungnya seseorang dalam suatu forum jual beli bisa dijadikan alasan apakah anda patut mempercayai si penjual. Selanjutnya perhatikan juga bagaimana testimonial orang-orang yang pernah bertransaksi dengannya. Semakin banyak dan semakin positif testimonial yang diberikan orang, makin baik pula layanan yang ia berikan selama ini.

Manfaatkan Jasa Pihak Ketiga yang Terpercaya
Apabila anda melakukan transaksi dalam jumlah dan nilai yang cukup besar, ada baiknya anda memanfaatkan jasa perantara (pihak ketiga) semacam rekening bersama yang biasa tersedia pada forum jual beli seperti kaskus jual beli. Memang ada fee atas jasa yang mereka berikan, namun sangat sepadan dengan keamanan dan kenyamanan transaksi yang anda peroleh. Carilah referensi dari rekan rekan anda, manakah pihak penyedia layanan rekening bersama yang dapat dipercaya.

Sumber: Rich Box Edisi 13, Maret 2006

masalah pemasaran

Masalah Pemasaran
·        ASPEK PEMASARAN DALAM PENGELOLAAN USAHA
A.    MEMAHAMI SENI MENJUAL
Departemen penjualan merupakan salah satu bagian terpenting dalam sebuah perusahaan. Oleh karena itu, dibutuhkan tenaga penjual yang professional. Hal-hal yang membuat tenaga penjual itu penting dan bermanfaat adalah sebagai berikut :
1.     Tenaga penjual merupakan lokomotif perusahaan untuk mendatangkan omzet penjualan, memberikan laba rugi perusahaan,dan mempertahankan bisnis perusahaan agar tetap berjalan dengan lancar
2.     Lebih dari 40% perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan perdagangan membutuhkan tenaga penjual yang terampil untuk membuat bisnisnya tumbuh.
3.     Pendapatan yang diperoleh oleh tenaga penjual bergantung pada omzet yang dihasilkan.
4.     Sebagian besar tenaga penjual yang hebat hanya membutuhkan ilmu dibidang lain untuk siap menduduki posisi puncak.hampir sepertiga pimpinan perusahaan berasal dari departemen penjualan dan pemasaran.
5.     Tenaga penjual berhubungan langsung dengan kebutuhan dan keluhan pelanggan, pasar, perubahan, persaingan, dan peluang. Oleh karena itu, seorang tenaga penjual mempunyai informasi palinh awal dan penting untuk dijadikan cikal bakal sebuah bisnis.
Harus pula diingat bahwa penjual itu tidak hanya menjual produk atau bisnisnya saja, tapi juga menjual kualitas produk tersebut. Untuk mendapatkan kualitas yang baik dari produk dan bisnis, diperlukan hal-hal berikut.
1.     Kualitas dalam pembuatan iklan, promosi, pelayanan, pengiriman, dang pengangkutan.
2.     Memerlukan komitmen total
3.     Memerlukan mitra yang berkualitas
4.     Harus terus disempurnakan
5.     Memerlukan visi yang jauh kedepan
6.     Tidak harus mahal
7.     Perlu memelajari segala sesuatu dengan sarana dan prasarana yang benar.

B.    MENETAPKAN HARGA JUAL
Sebelum menentukan harga produk dipasar perlu mempertimbangkan faktor utama dari jenis biaya yang akan menentukan harga. Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan harga adalah sebagai berikut :
1.     Biaya bahan baku dan suplainya
2.     Biaya overhead
3.     Biaya tenaga kerja (Labor cost)
Untuk menentukan harga jual sebuah produk, maka perlu mengetahui total biaya(total cost) yang dibutuhkan dalam membuat produk tersebut, yaitu :
Total cost = total material cost+ total overhead cost+ total labor cost
Biaya total =Total biaya bahan baku+ Total biaya Overhead+ Total biaya tenaga kerja
Penentuan harga jual produk juga dapat ditentukan dengan 3 cara, yaitu :
1.     Harga berdasarkan Harga Pasar(market based price)
2.     Harga berdasarkan Biaya (Cost Based price)
3.     Harga berdasarkan Titik Impasnya (Break Even Point Based Price)

C.     MENGANALISIS KEPUASAN PELANGGAN
Kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja produk (hasil) yang bisa dirasakan dan sesuai dengan harapannya. Metode-metode yang bisa digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan adalah sebagai berikut.
1.     Sistem keluhan dan saran
Bisa menggunakan formulir isian, kuisioner, uji sampel secara langsung dengan tanya jawab pelanggan, email, dll
2.     Survei kepuasan pelanggan secara berkala
Perlu dilakukan lebih dari 1 kali survey agar diperoleh tingkat keakuratan yang lebih baik.
3.     Ghost shopping atau mystery shopper
Mempekerjakan orang untuk berpura-pura menjadi pembeli. Orang ini akan melaporkan hal-hal positif maupun negative dari layanan serta manfaat dari sebuat produk.
Faktor-faktor sukses keberhasilan penjual, apabila dilihat dari sisi kepuasan konsumen/pelanggan, yaitu :
1.     Konsumen selalu mencari penjual tersebut apabila ingin membeli produk perusahaan karena merasa yakin, aman, dan tenang.
2.     Konsumen selalu ingin mendapatkan pasokan dari penjual
3.     Konsumen bisa sering berkomunikasi secara dekat
4.     Konsumen selalu berhubungan dengan penjual tersebut jika ingin memecahkan masalah pembelian produk
5.     Konsumen merasa senang bila dihubungi oleh penjual tersebut.
6.     Konsumen enggan membeli produk dari penjual lain meskipun dari satu perusahaan yang sama
7.     Semua kebutuhan ingin diberikam kepada penjual tersebut
8.     Konsumen menolak untuk bertemu dengan penjual lain bila penjual yang dia inginkan tidak ada.

D.    PROMOSI
Ada 3 elemen penting dari sasaran atau target sebuah promosi, yaitu :
1.     Pembentukan merek (branding)
2.     Layanan kepada konsumen yang berupa komunikasi dan pemberian informasi
3.     Menciptakan kesetiaan pelanggan
Promosi adalah suatu aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan guna mengkomunikasikan, mengenalkan dan mempopulerkan kepada pasar sasarannya. Ada 6 kegiatan dan rencana yang bisa dilakukan untuk mengkomunikasikan produk dan merek usaha, yaitu sebagai berikut :
1.     Penjualan personal
Penjualan personal adalah bentuk komunikasi yang menggunakan media individu.
2.     Iklan
Media sistem komunikasi ini, diharapkan calon pelanggan bisa melihat, mendengar, membaca, mengenal, dan akhirnya tertarik dengan produk yang diiklankan di sebuah media.
3.     Promosi penjualan
Promosi penjualan terdiri dari beragam alat promosi yang dirancang untuk mengetahui kecepatan dan kekuatan rangsangan dan respon pasar terhadap produk.
4.     Publikasi
Publikasi mencakup pengaturan komunikasi masa diluar iklan dan promosi penjualan.
5.     Sponsorship
Sponsorship merupakan aplikasi dalam mempromosikan produk atau merek yang berasosiasi dengan kegiatan perusahaan lain atau kegiatan pemerintah dan masyarakat.
6.     Komunikasi ditempat konsumen akan membeli
Bertujuan untuk mempengaruhi seseorang pada saat orang tersebut akan mengambil keputusan untuk membeli sebuah produk.

E.     NEGOISASI
Negoisasi adalah ketika terjadi konsesi, kesepakatan atau perjanjian dai dua orang, dua kelompok atau dua badan hukum. Langkah-langkah yang harus dipelajari dalam bernegoisasi diantaranya adalah sebagai berikut
1.     Mengetahui keinginan pihak lain
2.     Menjelaskan apabila resiko gagal
3.     Menawarkan saran
4.     Mewujudkan tujuan negoisasi
Agar seorang penjual mahir bernegoisasi. Berikut beberapa taktik :
1.     Meminta lebih dari yang diharapkan
2.     Diawal negoisasi,jangan dulu berkata “YA”
3.     Melakukan flinch terhadap proposal atau tawaran dari calon pelanggan.
4.     Penjual bersikap seolah-olah tidak membutuhkan
5.     Kata-kata permintaan yang bijaksana


masalah nilai waktu uang

Masalah Nilai Waktu Uang

1. Model Bunga Majemuk
            Model Bunga Majemuk merupakan deret ukur dalam kasus simpan pinjam dan kasus investasi. Dengan model ini dapat dihitung nilai modal di masa yang akan datang ditambah dengan akumulasi penambahan bunga, misalnya besarnya pengembalian kredit di masa yang akan datang berdasarkan tingkat bunganya, mengukur nilai sekarang dari suatu jumlah hasil investasi yang akan diterima di masa yang akan datang, dan sebagainya.
a.     Jika pembayaran bunga dilakukan per tahun
Fn = P( 1 + I )ⁿ

b.     Jika pembayaran bunga dilakukan per hari, per triwulan, per kwartal, dan per semester
Fn = P ( 1 + (( i/m ))ⁿ3.bmp
Keterangan :
            Fn = Jumlah Investasi Dimasa yang akan datang
            P  = Jumlah Investasi sekarang/Awal
            i = Tingkat Bunga Pertahun
            n = Jumlah tahun
m = Frekuensi Pembayaran Bunga dalam Setahun
·        Contoh Kasus 1 :
Shofa meminjam uang di bank sebanyak Rp.72.000.000 untuk jangka waktu 5 tahun, dengan tingkat bunga 4% per Tahun. Berapa jumlah uang yang harus dikemabalikan shofa pada saat pelunasan?
Diketahui :
P = 72.000.000 ;  i = 4% per Tahun  ;  n= 5 Tahun
Ditanya :
Fn = P( 1 + i )ⁿ
F₅  = 72.000.000 ( 1 + 0,04 )⁵
F₅  = 72.000.000 x  1,2166
F₅  = 87.595.200
·        Contoh Kasus 2 :
            Herdanu membeli sebuah Laptop dengan merk Acer secara kredit selama 20 bulan seharga Rp.6.650.000 dengan bunga sebesar 3% per Tahun. Herdanu melakukan pembayaran bunga per kuartal. Berapa jumlah yang harus dibayarkan oleh herdanu?
Diketahui :
P = 6.650.000 ;  i = 3% per Tahun  ;  n= 20/12 = 1,6 = 2  ;  m= 12/4=3
Ditanya :
Fn = P ( 1 + (( i/m ))ⁿ3.bmp
F₂ = 6.650.000 ( 1 + ( 0,03/3 ))³'²
F₂ = 6.650.000 (1,0615)
F₂ = 7.058.975

2.     Model Bunga Sinambung
            Jika frekuensi pembayaran bunga per tahun (m) sangat besar, bunga yang diperhitungkan sangat sering (terus-menerus) dalams etahun, maka model deret ukur yang digunakan adalah metode deret ukur tak terhingga atau sinambung.
Fn = P.e.n
Keterangan =
Fn =jumlah investasi di masa yang akan datang
P = jumlah investasi sekarang/ awalnya
e = eksponen (2,718)
n = jumlah tahun
·        Contoh kasus 1
Rayi mempunyai tabungan deposito darurat dari bank pemerintah pada masa perang portugis dengan frekuensi pembayaran bunga setiap 7 menit sekali selama 6 tahun. Nilai tabugan di bank tersebut yaitu Rp.8.725.000 pada saat pertama kali setoran. Berapakah jumlah uang Rayi 6 tahun kemudian?
Diketahui :
P= 8.725.000 ;  n= 7 tahun
Ditanya :
Fn = P.e.n
F₇ = 8.725.000 x 2,718 x 7
F₇ = 166.001.850
·        Contoh kasus 2
Kusuma mempunyai tabungan deposito dari bank pemerintah pada masa perang Belanda dengan frekuensi pembayaran bunga setiap 3 menit sekali selama 5 tahun. Nilai tabugan di bank tersebut yaitu Rp.3.500.000 pada saat pertama kali setoran. Berapakah jumlah uang Kusuma 5 tahun kemudian?
Diketahui :
P= 3.500.000 ;  n= 5 tahun
Ditanya :
Fn = P.e.n
F₅= 3.500.000x 2,718 x 5
F₅= 47.565.000

3.     Model Present Value
Present value(Nilai Sekarang) merupakan kebalikan dari compound value(Nilai Majemuk) adalah besarnya jumlah uang, pada permulaan periode atas dasar tingkat tertentu dari sejumlah uang yang baru akan kita terima beberapa waktu/periode yang akan datang.
a.     Jika pembayaran dilakukan per tahun
P = Fn / (1 + i )ⁿ
b.     Jika pembayaran bunga dilakukan per hari, per semester, per kuartal, per triwulan
P = Fn / ( 1+ (i/m))3.bmp
Keterangan :
Fn = Jumlah Investasi Dimasa yang akan datang
P  = Jumlah Investasi sekarang/Awal
i = Tingkat Bunga Pertahun
n = Jumlah tahun
m = Frekuensi Pembayaran Bunga dalam Setahun
·        Contoh Kasus 1
Dewa menginginkan uangnya menjadi 12.000.000 pada 5 tahun yang akan datang untuk keperluan membeli sepeda motor, Berapakah jumlah uang yang harus ditabung dewa saat ini seandainya diberikan bunga sebesar 6% per Tahun
Diketahui :
F₅= 12.000.000 ;  n= 5 tahun ; i=6%
Ditanya :
P = Fn / (1 + i )ⁿ
P= 12.000.000 / (1+0,06)⁶
P= 12.000.000/1,418519
P= 8.459.527,2
·        Contoh Kasus 2
Rendy membeli sebuah handpone merk Samsung secara kredit selama 24bulan dengan bunga 4%per tahun. Rendy melakukan pembayaran bunga per triwulan. Jika jumlah uang yang dibayarkan oleh rendy adalah Rp.3.500.000,berapakah mula-mula harga handpone tersebut?
Diketahui :
F₁ = 3.500.000 ;  i = 4% per Tahun  ;  n= 1  ;  m= 12/3=4
Ditanya :
P = Fn / ( 1+ (i/m))3.bmp
P= 3.500.000/ (1 +(0,04/4))⁴'
P= 3.500.000/ 1,04060
P= 3.363.444,2


masalah komunikasi

2.   Masalah Komunikasi
KOMUNIKASI DALAM DUNIA BISNIS
Komunikasi dalam Dunia Bisnis

Penyelenggaraan Komunikasi dengan Pasar
Penyelenggaraan komunikasi dengan pasar, merupakan suatu syarat mutlak bagi setiap produsen yang menghasilkan produk secara besar-besaran yang dituukkan pada konsumen yang tidak dikenalnya.
Untuk berkomunikasi dalam suatu daerah pemasaran yang sangat luas, dimana calon konsumen kita jumlahnya beribu-ribu bahkan mungkin mencapai jutaan atau puluhan juta orang, kita memerlukan sarana komunikasi pemasarn khusus seperti periklanan. Karena periklanan dalam rangkaian usaha yang dilakukan setiap pengusaha merupakan suatu alat pemasaran yang bidang geraknya justru terletak dalam bidang komunikasi massa.
Komunikasi pemasaran adalah kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh pembeli dan penjual dan merupakan kegiatan yang membantu dalam pengambilan keputusan di bidang pemasaran serta mengarahkan pertukaran agar lebih memuaskan dengan cara menyandarkan semua pihak untuk berbuat lebih baik.

Konsep Dasar dan Peranan Komunikasi
Komunikasi pada umumnya diartikan sebagai hubungan atau kegiatan-kegiatan yang kaitannya dengan masalah hubungan atau diartikna pula sebagai saling tukar menukar pendapat. Komunikasi dapat juga diartikan hubungan kontak antara manusia baik individu maupun kelompok.
Dalam garis besarnya dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah penyampaian informasi dan pengertian dari seseorang kepada orang lain. Apabila dirumuskan, pada dasarnya komunikasi adalah pemberian dan penerimaan informasi berupa pengetahuan dan pengertian dengan maksud untuk mengubah partisipasi agar hal-hal yang diberitahukan itu menjdi milik bersama. Jadi dengan singkat dapat dikatakan bahwa arti penting komunikasi adalah sebagai sarana atau alat untuk menciptakan jalinan pengertian yang sama dan serasi serta menimbulkan dasar tindakan serta dasar terbentuknya kerja sama.
Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia. Dengan berkomunikasi, manusia dapat saling berhubungan satu sama lain baik dalam kehidupan sehari-hari di rumah tangga, di tempat pekerjaan, di pasar, dalam masyarakat atau di mana saja manusia berada. Tidak ada manusia yang tidak akan terlibat dalam konunikasi.
Pentingnya komunikasi bagi manusia tidaklah dapat dipungkiri begitu juga halnya bagi suatu organisasi. Dengan adanya komunikasi yang baik suatu organisasi dapat berjalan dengan lancar dan berhasil dan begitu pula sebaliknya, kurangnya atau tidak adanya komunikasi organisasi dapat macet dan berantakan. Misalnya bila dalan suatu sekolah kepala sekolah tidak memberi informasi kepada guru-guru mengenai kapan sekolah dimulai sesudah libur semester dan apa bidang studi yang harus diajarkan oleh masing-masing guru, maka besar kemungkinannya guru tidak dating mengajar. Skibatnya, murid-murid tidak belajar. Hal ini menjadikan sekolah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dari contoh itu kelihatan, bahwa dengan kelupaan memberi informasi saja sudah memberikan efek yang lebih besar bagi sekolah. Karena pentingnya komunikasi dalam organisasi maka perlu menjadi perhatian pengelola agar dapat membantu dalam pelaksanaan tugasnya

Peranan komunikasi dapat diformulasikan sebagai berikut :

a. Sebagai alat untuk menciptakan kesamaan pengertian.
b. Sebagai alat untuk menggerakkan perbuatan atau reaksi pesan (komunikator).

Pada dasarnya konsep dasar komunikasi meliputi :

a. Proses Komunikasi
b. Elemen-elemen Komunikasi
– Sender-write, speker, encoder (pengirim, penulis, pembicara, pembuat pesan)
– Message (pesan)
– Medium-letter, memo, report, speech, chart, etc (media surat, memo, laporan, materi pembicaraan, peta dan sebagainya)
– Receiver-reader, listener, perceiver, decoder (penerima, pembicara, pendengar, pengamat)
a.   Motivasi untuk komunikasi
– Mengurangi ketidakpastian
– Memecahkan masalah
– Meningkatkan keyakinan
– Kontrol Situasi
– Balikan (feedback)

Tujuan Komunikasi :
• Menciptakan pengertian yang sama atas setiap pesan dan lambang yang disampaikan, dengan maksud apa yang kita sampaikan itu dapat dimengerti oleh komunikan dengan sebaik-baiknya sehingga mereka dapat mengerti dan mengikuti apa yang kita maksudkan.

• Merangsang pemikiran pihak penerima untuk memikirkan pesan dan rangsang yang ia terima, supaya gagasan tersebut dapat diterima orang lain dengan pendekatan persuasif, bukan memaksakan kehendak.

• Melakukan suatu tindakan yang selaras sebagaimana diharapkan dengan adanya penyampaian pesan tersebut yaitu untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

• Memahami orang lain, kita sebagai komunikator harus mengerti benar aspirasi masyarakat tentang apa yang diinginkan, jangan mereka menginginkan kemauannya.

·Supaya yang kita sampaikan dapat mengerti, sebagai komunikator kita harus menjelaskan kepada komunikan (penerima) dengan sebaik-baiknya dan tuntas sehingga mereka dapat mengerti dan mengakui apa yang kita maksud.

·Memahami orang lain. Kita sebagai komunikator harus mengerti benar aspirasi masyarakat tentang apa yang diinginkan kemauannya.

·Supaya gagasan dapat diterima orang lain. Kita berusaha agar gagasan kita dapat diterima orang lain dengan pendekatan persuasive bukan memaksakan kehendak.

·Menggerakkan orang lain untuk melakukan sesuatu, menggerakan sesuatu itu dapat bermacam-macam, mungkin berupa kegiatan. Kegiatan dimaksud di sini adalah kegiatan yang lebih banyak mendorong, namun yang penting harus diingat adalah bagaimana cara baik untuk melakukan (Widjaja, 200:66-67).

Komponen-komponen Komunikasi :

a. Komunikator / Communication yaitu subyek yang menerima pesan
/ informasi atau berita.
b. Komunikan / Communicate yaitu subyek yang menerima / dituju berita yang dikirimkan.
c. Pesan / berita / warta (message).
d. Respon / response yaitu tanggapan.
e. Media / tool / technology yaitu alat yang dipergunakan untuk menyampaikan warta / pesan.

Komunikasi Tatap Muka :
Tujuan dari komunikasi tatap muka antara lain :

• Mengerti akan pentingnya komunikasi tatap muka dalam memecahkan masalah.

• Mengerti kapan komunikasi tatap muka lebih tepat digunakan dalam menyelesaikan masalah.

• Mengerti tentang komponen-komponen pokok agar komunikasi tatap muka menjadi baik.

• Mempelajari teknik-teknik pokok agar komunikasi tatap muka menjadi baik.

• Dapat mengembangkan keterampilan dalam meningkatkan komunikasi tatap muka.

Kelebihan komunikasi tatap muka adalah:
·         Komunikator dapat melihat langsung tanggapan komunikannya.
·         Komunikan akan lebih memahami dan mendalami apa yang sedang dibicarakan.
·         Keefektifan dan keefisienan dalam menyampaikan pesan persuasif untuk mengubah sikap, perilaku, pendapat seseorang.
·         Tidak memerlukan biaya.
·                     Berkomunikasi dengan tatap muka akan mengajak anda untuk berkesempatan membaca isyarat, expresi wajah, gerak tangan, tekanan suara, dan lain-lain


Sedangkan kekurangan dari komunikasi tatap muka adalah:
·         Harus di dalam ruang dan waktu yang sama
·         Komunikan dan komunikator terbatas
·                     Memerlukan waktu yang lama
·                     Secara alamiah dan spontan komunikasi tatap muka sering menghasilkan kepentingan dan kesulitan yang mengakibatkan berlalunya waktu percuma
·                      
rted 8 c > �l (�l yle='font-size:14.0pt;font-family:"Cambria","serif";mso-ascii-theme-font: major-latin;mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-bidi-font-family:"Segoe UI"; color:#333333;background:white'> konsumen akhir.

• Financing, yaitu meminta dan memanfaatkan dana untuk biaya-biaya dalam pekerjaan saluran distribusi.
• Risk Taking, yaitu menanggung resiko sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan saluran distribusi.

Macam Saluran Distribusi
:

Terdapat berbagai macam saluran distribusi barang konsumsi, diantaranya :
1. Produsen – Konsumen
Bentuk saluran distribusi ini merupakan yang paling pendek dan sederhana karena tanpa menggunakan perantara. Produsen dapat menjual barang yang dihasilkannya melalui pos atau langsung mendatangi rumah konsumen (dari rumah ke rumah). Oleh karena itu saluran ini disebut saluran distribusi langsung.

2. Produsen – Pengecer – Konsumen
Produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer. Pembelian oleh pengecer dilayani oleh pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer saja.

3. Produsen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen
Saluran distribusi ini banyak digunakan oleh produsen, dan dinamakan saluran distribusi tradisional. Di sini, produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer. Pembelian oleh pengecer dilayani pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer saja.

4. Produsen – Agen – Pengecer – Konsumen
Di sini, produsen memilih agen sebagai penyalurnya. Ia menjalankan kegiatan perdagangan besar dalam saluran distribusi yang ada. Sasaran penjualannya terutama ditujukan kepada para pengecer besar.

5. Produsen – Agen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen
Dalam saluran distribusi, produsen sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya kepada pedagang besar yang kemudian menjualnya kepada toko-toko kecil. Agen yang terlihat dalam saluran distribusi ini terutama agen penjualan. (Swastha dan Irawan, 1997, p.295-297)